Ninja Xpress dan Komerce Dorong Akselerasi Ekspor dari Daerah: Cilacap Dipilih Sebagai Titik Strategis Ekspansi UKM ke Pasar ASEAN

Lebih dari 40% pembeli dari Malaysia dan Singapura menunjukan ketertarikan pada produk Indonesia. Ninja Xpress membagikan 5 strategi utama agar UKM bisa sukses menembus pasar internasional.
Cilacap, 24 Juli 2025 — Sejalan dengan upaya nasional dalam mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi berkelanjutan, Ninja Xpress mengambil langkah konkret untuk membuka akses pasar internasional bagi pelaku usaha daerah. Dalam kolaborasi strategis bersama Komerce, Ninja Xpress secara resmi meluncurkan layanan ekspor terintegrasi ke Malaysia dan Singapura melalui platform Komship, yang diumumkan dalam agenda Grand Launch di Cilacap, Jawa Tengah pada 20 Juli 2025 lalu.
Acara peluncuran ini tidak hanya menjadi momentum sinergi antara pelaku logistik dan enabler digital lokal, tetapi juga menandai dimulainya babak baru ekspor UKM dari daerah — terutama dari kawasan selatan Jawa yang selama ini belum tersentuh secara optimal oleh program ekspor berbasis teknologi.
Pemilihan Cilacap sebagai lokasi peluncuran memiliki dasar yang strategis. Sebagai salah satu kota pelabuhan dan kawasan industri utama di pesisir selatan Pulau Jawa, Cilacap memiliki infrastruktur logistik yang cukup mapan, sekaligus kedekatan geografis dengan sentra-sentra UKM agrikultur, makanan-minuman, fashion, dan kerajinan di wilayah Banyumas Raya dan sekitarnya.
“Kami melihat Cilacap tidak hanya sebagai lokasi simbolik, tetapi sebagai pusat ekonomi yang potensial untuk dikembangkan menjadi hub logistik ekspor dari Jawa Tengah bagian selatan. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendesentralisasi akses ekspor dan memastikan UKM daerah memiliki pijakan yang setara dalam memasuki pasar global,” jelas Pearlyn Lim, Head of Ninja Cross Border dari Ninja Xpress.
Kolaborasi ini memadukan kekuatan Ninja Xpress dalam hal jaringan pengiriman lintas negara dan pengalaman logistik, dengan pendekatan berbasis teknologi dan penguatan kapasitas UKM yang dimiliki Komerce, sebuah perusahaan teknologi asal Jawa Tengah yang telah lama memberdayakan talenta lokal melalui sistem kerja berbasis desa.
Inisiatif ini tidak lahir dalam ruang hampa. Berdasarkan riset bertajuk Suara UKM Negeri Vol. VI: Dari Indonesia ke Asia Tenggara, yang dirilis Ninja Xpress bersama lembaga riset regional Milieu Insight pada akhir 2024, ditemukan bahwa minat konsumen terhadap produk Indonesia di kawasan Asia Tenggara terus mengalami peningkatan.
Dari survei terhadap 1.200 konsumen di Malaysia, Singapura, dan Indonesia, terungkap bahwa: 45% konsumen Malaysia dan 43% konsumen Singapura secara eksplisit menyatakan ketertarikan terhadap produk Indonesia. Adapun tiga kategori produk yang paling diminati adalah:
- Fashion dan aksesori (68%)
- Produk kesehatan dan kecantikan (46%)
- Makanan dan minuman (47%)
Yang menarik, alasan utama dibalik preferensi tersebut bukan sekadar harga, melainkan keunikan produk (39%) dan kualitas hasil tangan pengrajin lokal (34%), yang dinilai tidak dapat ditemukan di pasar lokal mereka. “Data ini menjadi dasar dari seluruh strategi ekspor kami. Kami percaya bahwa UKM Indonesia memiliki diferensiasi produk yang kuat, dan jika didukung oleh sistem ekspor yang efisien serta kanal distribusi digital yang tepat, maka daya saing mereka bisa melampaui batas negara,” lanjut Pearlyn.
Beberapa UKM yang telah memanfaatkan layanan ekspor Ninja Xpress menunjukkan performa yang menjanjikan. Contohnya, Beauty of Angel, brand kecantikan asal Tangerang, berhasil menembus pasar Malaysia sejak September 2024. Dengan produk berbasis bahan alami seperti skincare dan collagen drink, mereka mencatat peningkatan permintaan yang stabil dari konsumen Malaysia, seiring tren gaya hidup sehat dan perawatan dari dalam.
Untuk membantu UKM Indonesia dalam menembus pasar internasional, Ninja Xpress mendorong para pelaku usaha untuk lebih adaptif dan strategis dalam ekspansi bisnis mereka, melalui 5 strategi yang dapat diterapkan agar produk mereka semakin diminati di pasar internasional:
1. Analisis Pasar dan Pesaing
Sebelum berekspansi, UKM perlu memahami apakah produk mereka sudah menarik perhatian pembeli luar negeri. Dengan meninjau Google Analytics, UKM dapat melihat asal pengunjung websitenya. Selain itu, mempelajari pesaing di negara target akan membantu menentukan strategi yang lebih unggul.
2. Sesuaikan Produk dan Branding dengan Pasar Internasional
Produk yang sesuai dengan budaya lokal lebih mudah diterima. Misalnya, fashion Muslimah memiliki peluang besar di Malaysia. Selain itu, UKM sebaiknya fokus pada produk terlaris dan mudah dikirim ke luar negeri agar lebih cepat diterima pasar.
3. Optimalkan Website dan Saluran Komunikasi
Website yang lambat dan tidak responsif di mobile bisa menghambat penjualan. Oleh karena itu, UKM perlu memastikan websitenya cepat dan mudah diakses di berbagai perangkat. Gunakan juga saluran komunikasi yang familiar bagi pembeli, seperti WhatsApp atau media sosial populer di negara tujuan.
4. Permudah Pembayaran dan Pengiriman
Kemudahan transaksi adalah kunci keberhasilan e-commerce lintas negara. UKM harus menawarkan opsi pembayaran yang populer seperti Google Pay dan Apple Pay. Selain itu, menyediakan opsi pengiriman gratis atau ambang pembelian tertentu dapat meningkatkan konversi penjualan.
5. Pilih Titik Masuk Strategis dan Bangun Kepercayaan Konsumen
Malaysia bisa menjadi pasar awal yang ideal karena kesamaan bahasa dan budaya, sebelum berekspansi ke negara Asia Tenggara lainnya. UKM juga perlu membangun kepercayaan dengan memberikan informasi yang jelas, testimoni pelanggan, dan kebijakan pengembalian barang yang transparan.
Peluncuran layanan ekspor dari Cilacap ini mencerminkan pendekatan baru dalam pembangunan ekonomi daerah — yaitu menghilangkan ketergantungan pada kota-kota besar dan menghidupkan ekonomi ekspor dari pinggiran. Dengan membuka akses terhadap sistem logistik ekspor dan platform digital yang user-friendly, pelaku usaha di berbagai kota dan kabupaten kini memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pasar global.
“Dengan infrastruktur yang tepat dan dukungan teknologi, tidak ada alasan UKM daerah tertinggal dalam transformasi perdagangan lintas negara. Inisiatif seperti ini bukan hanya mendukung pertumbuhan usaha, tetapi juga mendorong distribusi ekonomi yang lebih adil,” pungkas Pearlyn.
Telah diberitakan di Times Indonesia Jogja, Suara Merdeka Jogja, Bernas, Ayo Semarang Indonesia dan Krjogja.
***
Tentang Ninja Xpress
Ninja Xpress adalah penyedia jasa pengiriman yang didukung oleh teknologi dan dapat mengirimkan paket ke hampir 100% wilayah Indonesia dengan jangkauan lebih dari 1000 hub di seluruh Indonesia.
Hadir sejak tahun 2015, Ninja Xpress siap bantu mengantarkan UMKM sampai di tujuan dengan memberikan pilihan layanan fleksibel dan menghadirkan kemudahan sistem yang memungkinkan pelacakan paket secara real-time. Layanan pilihan ini pun didukung dengan layanan konsumen yang profesional melalui Respon Cepat dan Resolusi Tepat.
Sebagai bentuk komitmen Ninja Xpress kepada para pelaku UKM, Ninja Xpress menawarkan rangkaian solusi yang komprehensif, dukungan edukasi melalui riset Suara UMKM Negeri dan blog.ninjaxpress.co, hingga dukungan penuh logistik melalui Ninja Fulfillment, Ninja Cross Border, hingga layanan terbaru Ninja B2BR dan pengiriman dingin melalui Ninja Cold.

